‹
MND2

2. Guhaṭṭhakasuttaniddesa

2. Penjelasan Sutta Guhaṭṭhaka

Mahāniddesa · Khuddaka Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA KN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

mnd2:107.1 **Apa yang akan dicela oleh dirinya sendiri, itu tidak ia lakukan**—

mnd2:107.2 ‘Apa yang’ (yadi) berarti ‘yang’ (yaṁ).

mnd2:107.3 <b>Mencela diri sendiri</b>—dengan dua alasan seseorang mencela dirinya sendiri:

mnd2:107.4 karena apa yang telah dilakukan dan apa yang tidak dilakukan.

mnd2:107.5 Bagaimana seseorang mencela dirinya sendiri karena apa yang telah dilakukan dan apa yang tidak dilakukan?

mnd2:107.6 "Perbuatan buruk melalui tubuh telah kulakukan, perbuatan baik melalui tubuh tidak kulakukan"—

mnd2:107.7 demikianlah ia mencela dirinya sendiri.

mnd2:107.8 "Perbuatan buruk melalui ucapan telah kulakukan, perbuatan baik melalui ucapan tidak kulakukan"—

mnd2:107.9 demikianlah ia mencela dirinya sendiri.

mnd2:107.10 "Perbuatan buruk melalui pikiran telah kulakukan, perbuatan baik melalui pikiran tidak kulakukan"—

mnd2:107.12 "Pembunuhan makhluk hidup telah kulakukan, penghindaran pembunuhan makhluk hidup tidak kulakukan"—

mnd2:107.14 "Mengambil apa yang tidak diberikan telah kulakukan, penghindaran mengambil apa yang tidak diberikan tidak kulakukan"—

mnd2:107.16 "Perbuatan salah dalam kenikmatan indra telah kulakukan, penghindaran perbuatan salah dalam kenikmatan indra tidak kulakukan"—

mnd2:107.18 "Ucapan dusta telah kuucapkan, penghindaran ucapan dusta tidak kulakukan"—

mnd2:107.20 "Ucapan memecah belah telah kuucapkan, penghindaran ucapan memecah belah tidak kulakukan"—

mnd2:107.22 "Ucapan kasar telah kuucapkan, penghindaran ucapan kasar tidak kulakukan"—

mnd2:107.24 "Telah kulakukan pembicaraan yang sia-sia, belum kulakukan penghindaran dari pembicaraan yang sia-sia"—

mnd2:107.26 "Telah timbul dalam diriku keinginan yang serakah, belum kulakukan penghindaran dari keinginan yang serakah"—

mnd2:107.28 "Telah timbul dalam diriku niat jahat, belum kulakukan penghindaran dari niat jahat"—

mnd2:107.30 "Telah kupandang secara keliru, belum kupandang secara benar"—

mnd2:107.32 Demikianlah, karena apa yang telah dilakukan dan apa yang belum dilakukan, ia menyalahkan dirinya sendiri.

mnd2:107.33 Atau, "Dalam hal moralitas, aku tidak sempurna dalam menjalankannya"—

mnd2:107.35 "Dalam hal indra-indra, aku tidak menjaga pintu-pintunya"—

mnd2:107.37 "Dalam hal makanan, aku tidak tahu ukuran yang cukup"—

mnd2:107.41 "Aku tidak memiliki perhatian dan kewaspadaan penuh"—

mnd2:107.43 Empat penegakan perhatian belum kukembangkan—

mnd2:107.47 Empat landasan kekuatan batin belum kukembangkan—

mnd2:107.53 Tujuh faktor pencerahan belum kukembangkan—

mnd2:107.55 Jalan mulia berunsur delapan belum kukembangkan—

mnd2:107.63 “Aku belum merealisasikan padamnya (nirodha)”—

mnd2:107.65 Demikianlah, karena telah melakukan dan karena belum melakukan, ia mencela dirinya sendiri.

mnd2:107.66 Demikianlah, tanpa melakukan, tanpa menimbulkan, tanpa memunculkan, tanpa menghasilkan, tanpa mewujudkan perbuatan yang dicela oleh diri sendiri—

mnd2:107.67 apa yang dicela oleh diri sendiri, itu tidak dilakukannya.

mnd2:107.68 <b>Orang bijaksana tidak melekat pada apa yang dilihat dan didengar</b>—

mnd2:107.70 melekat karena nafsu (taṇhā) dan melekat karena pandangan (diṭṭhi) …

mnd2:107.73 <b>Orang bijaksana</b> adalah orang yang pandai, berpengetahuan, cerdas, memiliki kebijaksanaan, bijaksana, dan cerdas.

mnd2:107.74 Orang bijaksana, setelah meninggalkan noda ketagihan dan melepaskan noda pandangan, tidak melekat pada apa yang dilihat, tidak melekat pada apa yang didengar, tidak melekat pada apa yang dirasakan, tidak melekat pada apa yang diketahui; ia tidak melekat, tidak tercemar, tidak terikat.

mnd2:107.75 Dengan tidak melekat, tidak tercemar, tidak terikat, telah keluar, telah terbebas, telah lepas sepenuhnya, telah terlepas dari belenggu, ia berdiam dengan pikiran yang melampaui batas-batas—

mnd2:107.76 orang bijaksana tidak melekat pada apa yang dilihat dan didengar.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI