<b>Janavādadhammāya na cetayeyyā</b>ti.
<b>Tidak boleh berniat demi hal-hal yang menjadi bahan pembicaraan orang</b>,” demikianlah.
16. Penjelasan Sutta Sāriputta
<b>Janavādadhammāya na cetayeyyā</b>ti.
<b>Tidak boleh berniat demi hal-hal yang menjadi bahan pembicaraan orang</b>,” demikianlah.
<b>Janā</b>ti khattiyā ca brāhmaṇā ca vessā ca suddā ca gahaṭṭhā ca pabbajitā ca devā ca manussā ca.
<b>Orang-orang</b>—yakni para khattiya, brahmana, vessa, sudda, perumah tangga, para pertapa, para dewa, dan para manusia.
Janassa vādāya upavādāya nindāya garahāya akittiyā avaṇṇahārikāya sīlavipattiyā vā ācāravipattiyā vā diṭṭhivipattiyā vā ājīvavipattiyā vā na cetayeyya cetanaṁ na uppādeyya cittaṁ na uppādeyya saṅkappaṁ na uppādeyya manasikāraṁ na uppādeyyāti—
Demi pembicaraan orang, demi celaan orang, demi nistaan, demi kecaman, demi ketidaktenaran, demi hal-hal yang membawa keburukan nama baik—entah karena kerusakan moral, kerusakan perilaku, kerusakan pandangan, atau kerusakan penghidupan—seseorang tidak boleh berniat, tidak boleh membangkitkan kehendak, tidak boleh membangkitkan pikiran, tidak boleh membangkitkan niat, tidak boleh membangkitkan perhatian—
janavādadhammāya na cetayeyya.
demikianlah tidak boleh berniat demi hal-hal yang menjadi bahan pembicaraan orang.