Kathaṁ bhagavā paññācakkhunāpi cakkhumā?
Bagaimanakah Bhagavā memiliki mata kebijaksanaan?
16. Penjelasan Sutta Sāriputta
Kathaṁ bhagavā paññācakkhunāpi cakkhumā?
Bagaimanakah Bhagavā memiliki mata kebijaksanaan?
Bhagavā mahāpañño puthupañño hāsapañño javanapañño tikkhapañño nibbedhikapañño paññāpabhedakusalo pabhinnañāṇo adhigatapaṭisambhido catuvesārajjappatto dasabaladhārī purisāsabho purisasīho purisanāgo purisājañño purisadhorayho anantañāṇo anantatejo anantayaso aḍḍho mahaddhano dhanavā netā vinetā anunetā paññāpetā nijjhāpetā pekkhetā pasādetā.
Bhagavā adalah seorang yang berkebijaksanaan besar, berkebijaksanaan luas, berkebijaksanaan gembira, berkebijaksanaan cepat, berkebijaksanaan tajam, berkebijaksanaan menembus, mahir dalam membedakan kebijaksanaan, memiliki pengetahuan yang menembus, telah mencapai empat analisis, memiliki empat keberanian sempurna, memiliki sepuluh kekuatan, manusia terbaik, manusia singa, manusia gajah, manusia mulia, manusia penuntun, memiliki pengetahuan tak terbatas, keagungan tak terbatas, kemasyhuran tak terbatas, kaya, berharta besar, pemilik kekayaan, pemimpin, penuntun, pengajar, pembimbing, pengamat, dan penggembira.
So hi bhagavā anuppannassa maggassa uppādetā, asañjātassa maggassa sañjanetā, anakkhātassa maggassa akkhātā, maggaññū maggavidū maggakovido maggānugā ca pana etarahi sāvakā viharanti pacchā samannāgatā.
Sungguh, Bhagavā itu adalah pembangkit jalan yang belum muncul, penumbuh jalan yang belum tumbuh, pengajar jalan yang belum diajarkan; Beliau adalah pengenal jalan, ahli jalan, mahir dalam jalan, dan para siswa kini berdiam sebagai pengikut jalan, yang kemudian dilengkapi dengan (pengetahuan itu).