Paṭisaṅkhā yoniso piṇḍapātaṁ paṭisevati neva davāya na madāya na maṇḍanāya na vibhūsanāya, yāvadeva imassa kāyassa ṭhitiyā yāpanāya vihiṁsūparatiyā brahmacariyānuggahāya.
Dengan merenungkan secara bijaksana, ia menggunakan makanan yang dipersembahkan bukan untuk bersenang-senang, bukan untuk kemabukan, bukan untuk perhiasan, bukan untuk mempercantik diri, melainkan hanya untuk menopang tubuh ini, untuk mempertahankannya, untuk menghentikan ketidaknyamanan, dan untuk mendukung kehidupan suci.