<b>Aniketacārī</b>ti.
<b>Pengembara tanpa tempat tinggal tetap</b>—demikianlah.
16. Penjelasan Sutta Sāriputta
<b>Aniketacārī</b>ti.
<b>Pengembara tanpa tempat tinggal tetap</b>—demikianlah.
Kathaṁ niketacārī hoti?
Bagaimanakah seseorang menjadi pengembara tanpa tempat tinggal tetap?
Idhekacco kulapalibodhena samannāgato hoti, gaṇapalibodhena … āvāsapalibodhena … cīvarapalibodhena … piṇḍapātapalibodhena … senāsanapalibodhena … gilānapaccayabhesajjaparikkhārapalibodhena samannāgato hoti.
Di sini, seseorang yang memiliki keterikatan pada keluarga, keterikatan pada kelompok, keterikatan pada tempat tinggal, keterikatan pada jubah, keterikatan pada makanan, keterikatan pada tempat berdiam, keterikatan pada obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
Evaṁ niketacārī hoti.
Demikianlah ia disebut pengembara yang terikat pada tempat.
Kathaṁ aniketacārī hoti?
Bagaimanakah ia disebut pengembara yang tidak terikat pada tempat?
Idha bhikkhu na kulapalibodhena samannāgato hoti, na gaṇapalibodhena … na āvāsapalibodhena … na cīvarapalibodhena … na piṇḍapātapalibodhena … na senāsanapalibodhena … na gilānapaccayabhesajjaparikkhārapalibodhena samannāgato hoti.
Di sini, seorang bhikkhu tidak memiliki keterikatan pada keluarga, tidak memiliki keterikatan pada kelompok, tidak memiliki keterikatan pada tempat tinggal, tidak memiliki keterikatan pada jubah, tidak memiliki keterikatan pada makanan, tidak memiliki keterikatan pada tempat berdiam, tidak memiliki keterikatan pada obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
Evaṁ aniketacārī hoti.
Demikianlah ia disebut pengembara yang tidak terikat pada tempat.