<b>So tehi phuṭṭho bahudhā anoko</b>ti.
<b>Ia, yang tersentuh oleh hal-hal ini dalam berbagai cara, tanpa tempat bergantung</b>.
16. Penjelasan Sutta Sāriputta
<b>So tehi phuṭṭho bahudhā anoko</b>ti.
<b>Ia, yang tersentuh oleh hal-hal ini dalam berbagai cara, tanpa tempat bergantung</b>.
<b>So tehī</b>ti ātaṅkaphassena ca khudāya ca sītena ca uṇhena ca phuṭṭho pareto samohito samannāgato assāti—
<b>Oleh hal-hal ini</b> berarti ia tersentuh, diliputi, dipenuhi, dan dilanda oleh kontak penyakit, oleh kelaparan, oleh dingin, dan oleh panas—
so tehi phuṭṭho.
demikianlah ia tersentuh oleh hal-hal ini.
<b>Bahudhā</b>ti anekavidhehi ākārehi phuṭṭho pareto samohito samannāgato assāti—
<b>Dalam berbagai cara</b> berarti ia tersentuh, diliputi, dipenuhi, dan dilanda oleh berbagai macam cara—
so tehi phuṭṭho bahudhā.
demikianlah ia tersentuh oleh hal-hal ini dalam berbagai cara.
<b>Anoko</b>ti abhisaṅkhārasahagataviññāṇassa okāsaṁ na karotītipi—
<b>Tanpa tempat bergantung</b> berarti ia tidak memberikan kesempatan pada kesadaran yang menyertai bentukan-bentukan mental—
anoko.
demikianlah ia tanpa tempat bergantung.
Atha vā kāyaduccaritassa vacīduccaritassa manoduccaritassa okāsaṁ na karotītipi—
Atau lagi, ia tidak memberikan kesempatan pada perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran—
anokoti—
demikianlah ia tanpa tempat bergantung—
so tehi phuṭṭho bahudhā anoko.
demikianlah ia, yang tersentuh oleh hal-hal ini dalam berbagai cara, tanpa tempat bergantung.