Bhūtapubbaṁ, brāhmaṇa, imissāyeva sāvatthiyā aññatarassa purisassa pitā kālamakāsi …
Pada masa lampau, brāhmaṇa, di kota Sāvatthī ini juga, ayah dari seorang laki-laki tertentu meninggal dunia...
15. Penjelasan Sutta Attadaṇḍa
Bhūtapubbaṁ, brāhmaṇa, imissāyeva sāvatthiyā aññatarassa purisassa pitā kālamakāsi …
Pada masa lampau, brāhmaṇa, di kota Sāvatthī ini juga, ayah dari seorang laki-laki tertentu meninggal dunia...
bhātā kālamakāsi …
saudara laki-lakinya meninggal dunia...
bhaginī kālamakāsi …
saudara perempuannya meninggal dunia...
putto kālamakāsi …
Putranya meninggal dunia …
dhītā kālamakāsi …
Putrinya meninggal dunia …
pajāpati kālamakāsi.
Istrinya meninggal dunia.
So tassā kālakiriyāya ummattako khittacitto rathiyāya rathiyaṁ, siṅghāṭakena siṅghāṭakaṁ upasaṅkamitvā evamāha—
Karena kematian istrinya itu, ia menjadi gila, pikirannya kacau. Dari jalan ke jalan, dari persimpangan ke persimpangan ia mendatangi orang-orang dan berkata:
‘api me pajāpatiṁ addassatha, api me pajāpatiṁ addassathā’ti.
‘Pernahkah kalian melihat istriku? Pernahkah kalian melihat istriku?’