<b>Duddasaṁ hadayassitan</b>ti.
<b>Yang sulit dilihat, bersemayam di hati</b> artinya.
15. Penjelasan Sutta Attadaṇḍa
<b>Duddasaṁ hadayassitan</b>ti.
<b>Yang sulit dilihat, bersemayam di hati</b> artinya.
<b>Duddasan</b>ti duddasaṁ duddakkhaṁ duppassaṁ dubbujjhaṁ duranubujjhaṁ duppaṭivijjhanti—
<b>Sulit dilihat</b> artinya sulit dilihat, sulit dipandang, sulit diamati, sulit dipahami, sulit dimengerti, sulit ditembus—
duddasaṁ.
sulit dilihat.
<b>Hadayassitan</b>ti hadayaṁ vuccati cittaṁ.
<b>Bersemayam di hati</b> artinya yang disebut hati adalah pikiran.
Yaṁ cittaṁ mano mānasaṁ hadayaṁ paṇḍaraṁ mano manāyatanaṁ manindriyaṁ viññāṇaṁ viññāṇakkhandho tajjā manoviññāṇadhātu.
Yaitu pikiran, batin, kesadaran, hati, yang jernih, batin, landasan batin, indria batin, kesadaran, kelompok kesadaran, elemen kesadaran batin yang muncul dari itu.
<b>Hadayassitan</b>ti hadayanissitaṁ cittasitaṁ cittanissitaṁ cittena sahagataṁ sahajātaṁ saṁsaṭṭhaṁ sampayuttaṁ ekuppādaṁ ekanirodhaṁ ekavatthukaṁ ekārammaṇanti—
<b>Bersemayam di hati</b> artinya bersandar pada hati, melekat pada pikiran, bersandar pada pikiran, bersama dengan pikiran, muncul bersama, tercampur, terkait, muncul bersama, lenyap bersama, berpijak sama, berobjek sama—
duddasaṁ hadayassitaṁ.
sulit dilihat, bersemayam di hati.