Vuttañhetaṁ bhagavatā—
Dan ini telah disabdakan oleh Sang Bhagavā:
15. Penjelasan Sutta Attadaṇḍa
Vuttañhetaṁ bhagavatā—
Dan ini telah disabdakan oleh Sang Bhagavā:
“nāyaṁ, bhikkhave, kāyo tumhākaṁ, napi aññesaṁ.
“Para bhikkhu, tubuh ini bukan milik kalian, juga bukan milik orang lain.
Purāṇamidaṁ, bhikkhave, kammaṁ abhisaṅkhataṁ abhisañcetayitaṁ vedanīyaṁ daṭṭhabbaṁ.
Para bhikkhu, tubuh ini harus dipahami sebagai kamma lama, yang dibentuk, diniatkan, dan dirasakan.
Tatra kho, bhikkhave, sutavā ariyasāvako paṭiccasamuppādaṁyeva sādhukaṁ yoniso manasikaroti—
Di sini, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar dengan sungguh-sungguh memperhatikan kemunculan bergantungan dengan kebijaksanaan yang tepat—
‘iti imasmiṁ sati idaṁ hoti imassuppādā idaṁ uppajjati, imasmiṁ asati idaṁ na hoti imassa nirodhā idaṁ nirujjhati, yadidaṁ avijjāpaccayā saṅkhārā, saṅkhārapaccayā viññāṇaṁ …pe…
‘Karena ini ada, maka itu ada; dengan munculnya ini, maka itu muncul. Karena ini tidak ada, maka itu tidak ada; dengan lenyapnya ini, maka itu lenyap. Yaitu: dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, maka ada bentukan-bentukan kehendak; dengan bentukan-bentukan kehendak sebagai kondisi, maka ada kesadaran …
evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa samudayo hoti.
Demikianlah asal-mula dari seluruh kumpulan penderitaan ini.
Avijjāya tveva asesavirāganirodhā saṅkhāranirodho …pe…
Tetapi dengan peluruhan dan lenyapnya ketidaktahuan tanpa sisa, maka lenyap pula bentukan-bentukan kehendak …
evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa nirodho hotī’”ti.
Demikianlah lenyapnya seluruh kumpulan penderitaan ini.’”
Evampi yassa natthi idaṁ meti, paresaṁ vāpi kiñcanaṁ.
Demikian pula, bagi siapa yang tidak memiliki “ini milikku”, juga tidak memiliki “milik orang lain”.