<b>Na pihetīdha kassacī</b>ti.
<b>Ia tidak mendambakan apa pun di sini</b>—
15. Penjelasan Sutta Attadaṇḍa
<b>Na pihetīdha kassacī</b>ti.
<b>Ia tidak mendambakan apa pun di sini</b>—
<b>Pihā</b> vuccati taṇhā.
Yang disebut <b>dambaan</b> adalah nafsu keinginan.
Yo rāgo sārāgo …pe… abhijjhā lobho akusalamūlaṁ.
Yaitu nafsu, kegairahan … kerinduan, keserakahan, akar kejahatan yang tidak baik.
Yassesā pihā taṇhā pahīnā samucchinnā vūpasantā paṭipassaddhā abhabbuppattikā ñāṇagginā daḍḍhā, so kassaci na piheti khattiyassa vā brāhmaṇassa vā vessassa vā suddassa vā gahaṭṭhassa vā pabbajitassa vā devassa vā manussassa vāti—
Bagi siapa dambaan, yaitu nafsu keinginan ini, telah ditinggalkan, terpotong sepenuhnya, ditenangkan, dipadamkan, tidak mungkin muncul kembali, dan terbakar habis oleh api pengetahuan, ia tidak mendambakan siapa pun—baik khattiya, brahmana, vesya, sudra, perumah tangga, atau pertapa, baik dewa maupun manusia—demikianlah:
na pihetīdha kassaci.
ia tidak mendambakan apa pun di sini.