mnd15:98.1 'Seseorang yang berpikiran pada Nibbāna'—demikianlah.
mnd15:98.2 Di sini seseorang yang memberi dana, yang menjalankan moralitas, yang melakukan uposatha, yang menyediakan air minum dan air pembersih, yang menyapu lingkungan, yang menghormati cetiya, yang mempersembahkan wewangian dan bunga di cetiya, yang melakukan pradaksina mengelilingi cetiya, yang melakukan segala bentuk bentukan karma baik dalam tiga alam, tidak melakukannya demi kelahiran, tidak demi kelahiran kembali, tidak demi keterhubungan, tidak demi kehidupan, tidak demi saṁsāra, tidak demi lingkaran kelahiran; semua itu ia lakukan dengan tujuan pelepasan, condong ke Nibbāna, miring ke Nibbāna, mengarah ke Nibbāna.
mnd15:98.3 Demikian pula seseorang yang pikirannya terarah pada Nibbāna.
mnd15:98.4 Atau, setelah mengarahkan pikiran menjauhi seluruh unsur pembentuk (saṅkhāradhātu), ia mengarahkan pikirannya pada unsur tanpa-kematian (amatā dhātu)—
mnd15:98.5 “Ini damai, ini luhur, yaitu: penenangan seluruh bentuk-bentuk pikiran, pelepasan segala kemelekatan, padamnya nafsu, kebosanan, lenyapnya, Nibbāna.”
mnd15:98.6 Demikian pula seseorang yang pikirannya terarah pada Nibbāna.