mnd15:195.1 <b>Bagi yang tanpa gejolak, yang memahami</b>—artinya:
mnd15:195.2 <b>Gejolak</b> disebut nafsu keinginan.
mnd15:195.3 Yaitu nafsu, kegairahan, … keinginan, keserakahan, akar kejahatan.
mnd15:195.4 Ia yang gejolak nafsu keinginannya telah ditinggalkan, dipotong habis, … dibakar habis oleh api pengetahuan, ia disebut tanpa gejolak.
mnd15:195.5 Karena gejolaknya telah ditinggalkan, maka ia tanpa gejolak.
mnd15:195.6 Ia tidak tergoyahkan oleh perolehan, tidak tergoyahkan oleh kehilangan, tidak tergoyahkan oleh kehormatan, tidak tergoyahkan oleh kehinaan, tidak tergoyahkan oleh pujian, tidak tergoyahkan oleh celaan, tidak tergoyahkan oleh kesenangan, tidak tergoyahkan oleh penderitaan—ia tidak bergerak, tidak bergetar, tidak bergetar hebat, tidak bergetar sama sekali—
mnd15:195.7 demikianlah yang tanpa gejolak.
mnd15:195.8 <b>Yang memahami</b>—artinya: yang mengetahui, yang mengerti, yang memahami, yang menembus, yang merenungkan.
mnd15:195.9 “Segala bentukan tidak kekal”—bagi yang mengetahui, mengerti, memahami, menembus, merenungkan,
mnd15:195.10 “Segala bentukan adalah penderitaan”—…
mnd15:195.11 “Apa pun yang muncul karena sebab, semuanya itu berakhir karena sebab”—bagi yang mengetahui, mengerti, memahami, menembus, merenungkan—
mnd15:195.12 demikianlah bagi yang tanpa gejolak, yang memahami.