<b>Ussadaṁ bhikkhu na kareyya kuhiñcī</b>ti.
<b>Seorang bhikkhu hendaknya tidak menimbun apa pun di mana pun</b>—demikianlah sabda itu.
14. Penjelasan Sutta Tuvaṭaka
<b>Ussadaṁ bhikkhu na kareyya kuhiñcī</b>ti.
<b>Seorang bhikkhu hendaknya tidak menimbun apa pun di mana pun</b>—demikianlah sabda itu.
<b>Ussadā</b>ti sattussadā—
<b>Penimbunan</b> berarti tujuh macam penimbunan—
rāgussadaṁ, dosussadaṁ, mohussadaṁ, mānussadaṁ, diṭṭhussadaṁ, kilesussadaṁ, kammussadaṁ na kareyya na janeyya na sañjaneyya na nibbatteyya nābhinibbatteyya.
penimbunan nafsu, penimbunan kebencian, penimbunan delusi, penimbunan kesombongan, penimbunan pandangan salah, penimbunan kekotoran batin, penimbunan perbuatan—ia tidak boleh melakukannya, tidak menciptakannya, tidak memunculkannya, tidak menghasilkannya, tidak memperbanyaknya.
<b>Kuhiñcī</b>ti kuhiñci kismiñci katthaci ajjhattaṁ vā bahiddhā vā ajjhattabahiddhā vāti—
<b>Di mana pun</b> berarti di mana saja, dalam apa saja, di tempat mana pun—baik di dalam diri, di luar diri, maupun di dalam dan di luar diri—
ussadaṁ bhikkhu na kareyya kuhiñci.
demikianlah, seorang bhikkhu hendaknya tidak menimbun apa pun di mana pun.