<b>Na pādalolassā</b>ti.
<b>Tidak boleh gelisah</b>—
14. Penjelasan Sutta Tuvaṭaka
<b>Na pādalolassā</b>ti.
<b>Tidak boleh gelisah</b>—
Pādaloliyaṁ pajaheyya vinodeyya byantiṁ kareyya anabhāvaṁ gameyya, pādaloliyā ārato assa virato paṭivirato nikkhanto nissaṭo vippamutto visaññutto vimariyādikatena cetasā vihareyya careyya vicareyya iriyeyya vatteyya pāleyya yapeyya yāpeyya, paṭisallānārāmo assa paṭisallānarato ajjhattaṁ cetosamathamanuyutto anirākatajjhāno vipassanāya samannāgato brūhetā suññāgārānaṁ jhāyī jhānarato ekattamanuyutto paramatthagarukoti—
Ia harus meninggalkan kegelisahan, melenyapkannya, mengakhirinya, membawanya menuju ketiadaan. Ia harus menjadi seorang yang menjauh, berhenti, dan berpaling dari kegelisahan, terbebas, terlepas, terbebaskan, terputus darinya, dan berdiam dengan pikiran yang tidak terbatas. Ia harus berdiam, berjalan, bergerak, hidup, berlangsung, memelihara, dan melanjutkan kehidupannya dengan bersenang dalam keterasingan, bergembira dalam keterasingan, tekun dalam penenangan pikiran secara internal, tidak mengabaikan jhāna, memiliki pandangan terang, mengembangkan tempat-tempat kosong, seorang meditator yang bergembira dalam jhāna, tekun dalam kesendirian, menghargai tujuan tertinggi—
jhāyī na pādalolassa.
seorang meditator tidak boleh gelisah.