Atha vā bhikkhu cakkhunā rūpaṁ disvā nimittaggāhī hoti anubyañjanaggāhī.
Atau, seorang bhikkhu setelah melihat bentuk dengan mata, ia melekat pada penampilan (nimitta) dan melekat pada detail-detail (anubyañjana).
14. Penjelasan Sutta Tuvaṭaka
Atha vā bhikkhu cakkhunā rūpaṁ disvā nimittaggāhī hoti anubyañjanaggāhī.
Atau, seorang bhikkhu setelah melihat bentuk dengan mata, ia melekat pada penampilan (nimitta) dan melekat pada detail-detail (anubyañjana).
Yatvādhikaraṇamenaṁ cakkhundriyaṁ asaṁvutaṁ viharantaṁ abhijjhādomanassā pāpakā akusalā dhammā anvāssaveyyuṁ, tassa saṁvarāya na paṭipajjati, na rakkhati cakkhundriyaṁ, cakkhundriye na saṁvaraṁ āpajjati.
Ketika ia hidup dengan indra mata yang tidak terkendali, maka keserakahan dan kesedihan, serta keadaan-keadaan buruk yang tidak bermanfaat akan melanda dirinya. Ia tidak berlatih untuk mengendalikannya, tidak menjaga indra mata, dan tidak mencapai pengendalian atas indra mata.
Evampi cakkhulolo hoti.
Demikianlah ia disebut berkeliaran dengan mata.