mnd14:205.1 Di sini, seseorang yang menjalani hidup mewah memandang rendah orang yang menjalani hidup sederhana—
mnd14:205.2 “Apakah orang ini, yang sedikit jasanya, sedikit pengaruhnya, tidak memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan serta perlengkapan bagi yang sakit?”
mnd14:205.3 Ia, karena hidup mewahnya itu, memandang rendah orang yang menjalani hidup sederhana.
mnd14:205.4 Di sini, seseorang sempurna dalam kebijaksanaan.
mnd14:205.5 Ia, ketika ditanya, menjawab pertanyaan itu.
mnd14:205.6 Ia berpikir demikian—
mnd14:205.7 “Aku sempurna dalam kebijaksanaan, sedangkan yang lain tidak sempurna dalam kebijaksanaan.”
mnd14:205.8 Ia, karena kesempurnaan kebijaksanaannya itu, memandang rendah orang lain.
mnd14:205.9 Di sini, seseorang sempurna dalam moralitas, berdiam dengan terkendali oleh Pātimokkha, sempurna dalam perilaku dan tempat mencari makan, melihat bahaya dalam pelanggaran sekecil apa pun, dan berlatih dalam aturan-aturan latihan yang telah diterimanya.
mnd14:205.10 Ia berpikir demikian—
mnd14:205.11 “Aku sempurna dalam moralitas, sedangkan para bhikkhu lain ini tidak bermoral dan berkarakter buruk.”
mnd14:205.12 Ia, karena kesempurnaan moralitasnya itu, memandang rendah orang lain.
mnd14:205.13 Di sini, seseorang sempurna dalam praktik pertapaan—seorang penghuni hutan, seorang pengumpul dana makanan, seorang pemakai kain buangan, seorang pemakai tiga jubah, seorang yang berjalan menerima dana makanan secara berurutan, seorang yang menolak makanan yang dibawa setelah ia selesai makan, seorang yang duduk (tidak berbaring), atau seorang yang menggunakan tempat duduk apa adanya.
mnd14:205.14 Ia berpikir demikian—
mnd14:205.15 “Aku sempurna dalam praktik pertapaan, sedangkan yang lain tidak sempurna dalam praktik pertapaan.”
mnd14:205.16 Ia karena pencapaian sumpah itu memandang rendah orang lain.
mnd14:205.17 <b>Maka janganlah karena penghidupan, kebijaksanaan, atau karena moralitas dan sumpah, memandang rendah orang lain.</b>
mnd14:205.18 Baik karena penghidupan yang sederhana maupun penghidupan yang mulia, karena pencapaian kebijaksanaan, pencapaian moralitas, atau pencapaian sumpah, ia tidak boleh memandang rendah orang lain, tidak boleh meremehkan, tidak boleh menimbulkan keangkuhan karenanya, tidak boleh menjadi kaku karenanya, tidak boleh menjadi sombong dengan kepala tegak—
mnd14:205.19 maka janganlah karena penghidupan, kebijaksanaan, atau karena moralitas dan sumpah, memandang rendah orang lain.