<b>Vivādajātesu na vaggasārī</b>ti.
<b>Di tengah pertengkaran yang muncul, ia tidak berpihak pada kelompok</b> artinya:
13. Penjelasan Sutta Mahābyūha
<b>Vivādajātesu na vaggasārī</b>ti.
<b>Di tengah pertengkaran yang muncul, ia tidak berpihak pada kelompok</b> artinya:
Vivādajātesu sañjātesu nibbattesu abhinibbattesu pātubhūtesu chandāgatiṁ gacchantesu dosāgatiṁ gacchantesu bhayāgatiṁ gacchantesu mohāgatiṁ gacchantesu na chandāgatiṁ gacchati, na dosāgatiṁ gacchati, na bhayāgatiṁ gacchati, na mohāgatiṁ gacchati, na rāgavasena gacchati, na dosavasena gacchati, na mohavasena gacchati, na mānavasena gacchati, na diṭṭhivasena gacchati, na uddhaccavasena gacchati, na vicikicchāvasena gacchati, na anusayavasena gacchati, na vaggehi dhammehi yāyati nīyati vuyhati saṁharīyatīti—
Di tengah pertengkaran yang muncul, yang lahir, yang timbul, yang menjelma, yang tampak, yang berjalan menuju keberpihakan karena keinginan, yang berjalan menuju keberpihakan karena kebencian, yang berjalan menuju keberpihakan karena ketakutan, yang berjalan menuju keberpihakan karena delusi—ia tidak berjalan menuju keberpihakan karena keinginan, tidak berjalan menuju keberpihakan karena kebencian, tidak berjalan menuju keberpihakan karena ketakutan, tidak berjalan menuju keberpihakan karena delusi, tidak berjalan karena kuasa nafsu, tidak berjalan karena kuasa kebencian, tidak berjalan karena kuasa delusi, tidak berjalan karena kuasa kesombongan, tidak berjalan karena kuasa pandangan salah, tidak berjalan karena kuasa kegelisahan, tidak berjalan karena kuasa keragu-raguan, tidak berjalan karena kuasa kecenderungan terpendam, tidak terbawa, tidak dituntun, tidak dihanyutkan, tidak diseret oleh hal-hal yang bersifat kelompok—
vivādajātesu na vaggasārī.
di tengah pertengkaran yang muncul, ia tidak berpihak pada kelompok.