mnd11:90.1 Bagaimana bentuk dipahami sepenuhnya melalui peninjauan?
mnd11:90.2 Setelah mengetahui demikian, ia meninjau bentuk sebagai tidak kekal, sebagai penderitaan, sebagai penyakit, sebagai bisul, sebagai anak panah, sebagai celaka, sebagai penyakit, sebagai yang asing, sebagai yang hancur, sebagai bahaya, sebagai bencana, sebagai ketakutan, sebagai kecelakaan, sebagai yang goyah, sebagai yang rapuh, sebagai yang tidak stabil, sebagai yang tanpa perlindungan, sebagai yang tanpa naungan, sebagai yang tanpa tempat berlindung, sebagai yang kosong, sebagai yang hampa, sebagai yang tidak berarti, sebagai bukan diri, sebagai bahaya, sebagai yang tunduk pada perubahan, sebagai yang tanpa inti, sebagai akar celaka, sebagai pembunuh, sebagai yang menuju kelenyapan, sebagai yang terkontaminasi, sebagai yang terkondisi, sebagai umpan Māra, sebagai yang tunduk pada kelahiran, sebagai yang tunduk pada penuaan, sebagai yang tunduk pada penyakit, sebagai yang tunduk pada kematian, sebagai yang tunduk pada kesedihan, ratapan, penderitaan, ketidak-senangan, dan keputusasaan, sebagai yang tunduk pada kekotoran, sebagai yang muncul, sebagai yang lenyap, sebagai yang memberi kenikmatan, sebagai yang mengandung bahaya, sebagai yang memberikan kebebasan.
mnd11:90.3 Demikianlah bentuk dipahami sepenuhnya melalui peninjauan.