‹
MND10

10. Purābhedasuttaniddesa

10. Penjelasan Sutta tentang Sebelum Kehancuran

Mahāniddesa · Khuddaka Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA KN 10

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

mnd10:127.1 <b>Yang dengannya kaum duniawi dan para petapa serta brahmana akan mencelanya</b>.

mnd10:127.2 <b>Kaum duniawi</b>—mereka disebut kaum duniawi karena mereka melahirkan banyak kekotoran; karena mereka memiliki banyak pandangan salah tentang identitas yang belum dilenyapkan; karena mereka dengan banyak guru menengadah; karena mereka belum kokoh dari segala alam kelahiran; karena mereka menyusun banyak bentukan-bentukan; karena mereka hanyut dalam banyak banjir; karena mereka terbakar oleh banyak panas; karena mereka berkobar oleh banyak gejolak; karena mereka terikat, melekat, terjerat, tergila-gila, melekat erat, tergantung, terpaku, dan terhalang pada lima untaian kenikmatan indria; karena mereka diselimuti, dilingkupi, ditutupi, dihalangi, disembunyikan, dan ditutup rapat oleh lima rintangan—

mnd10:127.4 <b>Para petapa</b>—mereka yang di luar (ajaran ini) telah memasuki kehidupan mengembara, telah mencapai kehidupan mengembara.

mnd10:127.5 <b>Para brahmana</b>—mereka yang menggunakan kata 'tuan' (bho) dalam sapaan.

mnd10:127.6 <b>Yang dengannya kaum duniawi dan para petapa serta brahmana akan mencelanya</b>.

mnd10:127.7 Kaum duniawi akan mencelanya karena nafsu, karena kebencian, karena delusi, karena kesombongan, karena pandangan, karena kegelisahan, karena keragu-raguan, karena kecenderungan tersembunyi, dengan berkata 'dia bernafsu', 'dia membenci', 'dia delusi', 'dia terbelenggu', 'dia melekat', 'dia terganggu', 'dia belum mencapai tujuan', 'dia keras kepala'—semua bentukan itu telah dilenyapkan olehnya;

mnd10:127.8 karena bentukan-bentukan telah dilenyapkan, maka tidak ada lagi alam kelahiran yang dengannya mereka akan mencelanya—

mnd10:127.9 dengan berkata 'dia makhluk neraka', 'dia makhluk alam binatang', 'dia makhluk alam setan', 'dia manusia', 'dia dewa', 'dia berwujud', 'dia tidak berwujud', 'dia memiliki persepsi', 'dia tanpa persepsi', 'dia bukan memiliki persepsi maupun tanpa persepsi'.

mnd10:127.10 Tidak ada sebab, tidak ada kondisi, tidak ada alasan yang dengannya mereka akan mencelanya, mengatakannya, membicarakannya, menjelaskannya, atau menyebutnya—

mnd10:127.11 yang dengannya kaum duniawi dan para petapa serta brahmana akan mencelanya.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI