Selanjutnya, Baginda, sebuah perahu berlayar di samudra besar yang tak terukur, tak bertepi, tak terbatas, tak tergoyahkan, dalam, dengan suara gemuruh yang dahsyat, dipenuhi kawanan ikan timi, ikan timiṅgala, ikan makara, dan ikan-ikan lainnya;
demikian pula, Baginda, seorang yogi, seorang yang berlatih yoga, harus mengarahkan pikirannya pada penembusan realisasi empat kebenaran mulia dengan tiga putaran dan dua belas aspek.