mil6.4.2:10.1 Selanjutnya, di antara suku Sakya, di Kapilavatthu, di Hutan Nigrodha, pada khotbah Buddhavaṁsa dan pada khotbah Sutta Mahāsamaya, terjadi penembusan Dhamma oleh para dewa yang tak terhitung jumlahnya.
mil6.4.2:10.2 Selanjutnya, pada pertemuan dengan Sumanā sang pembuat karangan bunga, pada pertemuan dengan Garahadinna, pada pertemuan dengan perumah tangga Ānanda, pada pertemuan dengan Jambuka sang Ājīvaka, pada pertemuan dengan dewa Maṇḍūka, pada pertemuan dengan dewa Maṭṭhakuṇḍalī, pada pertemuan dengan Sulasā dan Nagarasobhinī, pada pertemuan dengan Sirimā dan Nagarasobhinī, pada pertemuan dengan putri seorang penenun, pada pertemuan dengan Cūḷasubhaddā, pada pertemuan dengan brahmana Sāketa setelah melihat jenazah, pada pertemuan dengan Sūnāparantaka, pada pertemuan dengan Sakka Pañha, pada pertemuan Tirokuṭṭa, pada pertemuan Ratanasutta—masing-masing terjadi penembusan Dhamma oleh delapan puluh empat ribu makhluk. Selama Bhagavā berdiam di dunia, Baginda, di ketiga wilayah dan di keenam belas negara besar, di mana pun Bhagavā berdiam, di sana, kebanyakan dua, tiga, empat, lima ratus, seribu, ratusan ribu para dewa dan manusia mencapai realitas tertinggi, Nibbāna.
mil6.4.2:10.3 Para dewa itu, Baginda, adalah umat awam, bukan petapa. Mereka ini, Baginda, dan juga ratusan ribu koti dewa lainnya, sebagai umat awam yang hidup berumah tangga dan menikmati kenikmatan indria, telah mencapai realitas tertinggi, Nibbāna.”