Atau bagaikan, Baginda, seseorang yang hendak mengambil buah dari puncak pohon mangga yang sangat besar. Jika ada seorang yang memiliki kekuatan batin datang dan mengambil buah itu, maka ia pun mengambilnya. Tetapi jika ada seseorang yang tidak memiliki kekuatan batin, maka ia akan memotong dahan dan ranting, membuat tangga, lalu memanjat pohon itu dan mengambil buahnya.
Evameva kho, mahārāja, ye te sabhāvaparisuddhā pubbe vāsitavāsanā, te ekacittakkhaṇena nippapañcā honti, iddhimā viya rukkhaphalaṁ haranto.
Demikian pula, Baginda, mereka yang telah bersih secara alami dan telah terlatih sejak lampau, mereka mencapai kondisi tanpa kekusutan dalam sekejap pikiran, bagaikan orang sakti yang mengambil buah dari pohon.
Ye pana te bhikkhū mahārajakkhā, te iminā payogena saccāni abhisamenti, nisseṇiyā viya puriso rukkhaphalaṁ haranto.
Tetapi para bhikkhu yang masih memiliki banyak kekotoran batin, mereka menembus kebenaran-kebenaran mulia melalui usaha ini, bagaikan orang yang memanjat pohon untuk mengambil buah dengan bantuan tangga.