“Bhante Nāgasena, ajaran Tathāgata ini sungguh agung, inti sari, utama, tertinggi, luhur, tiada bandingnya, murni, tanpa noda, bersih, tanpa cela. Tidaklah patut bagi seorang perumah tangga untuk ditahbiskan begitu saja. Sebaiknya ia dilatih dalam satu buah (kesucian) selagi masih menjadi perumah tangga, dan ketika ia telah tidak akan kembali lagi, barulah ia boleh ditahbiskan.
Karena orang-orang jahat ini, setelah ditahbiskan dalam ajaran yang murni ini, kemudian berbalik dan mundur dari kehidupan suci. Dengan kembalinya mereka, banyak orang akan berpikir: ‘Sungguh hampa ajaran Petapa Gotama ini, karena mereka ini berbalik.’ Inilah alasannya.”