mil6.1.5:5.1 Jika, Baginda Raja, Sang Tathāgata hanya menahbiskan seorang umat awam yang telah dilatih dalam satu buah kesucian, maka kehidupan pertapaan ini tidak akan disebut sebagai sarana untuk meninggalkan kekotoran batin atau untuk kemurnian; maka tidak akan ada gunanya kehidupan pertapaan ini.
mil6.1.5:5.2 Seperti halnya, Baginda, seseorang yang dengan upaya besar menggali sebuah kolam, lalu mengumumkan kepada orang banyak: 'Janganlah, Tuan-tuan, ada di antara kalian yang kotor turun ke kolam ini; hendaknya mereka yang telah membersihkan diri dari debu dan kotoran, yang murni dan bersih, turun ke kolam ini.'
mil6.1.5:5.3 Maka apakah, Baginda, bagi mereka yang telah membersihkan diri dari debu dan kotoran, yang murni dan bersih, masih ada yang perlu dilakukan dengan kolam itu?"
mil6.1.5:5.4 "Tidak, Bhante. Apa pun yang menjadi tujuan mereka mendatangi kolam itu, itu telah tercapai selain itu; apa lagi yang perlu mereka lakukan dengan kolam itu?"
mil6.1.5:5.5 "Demikian pula, Baginda, jika Tathāgata menahbiskan seseorang yang telah matang dalam satu buah kesucian selagi masih menjadi perumah tangga, maka apa yang perlu dilakukan telah selesai di sana; apa lagi gunanya penahbisan bagi mereka?