mil5.5.9:15.1 Bukankah, Baginda Raja, Yang Mulia Sāriputta sendiri, ketika sedang sakit pada malam hari setelah matahari terbenam, ditanya tentang obat oleh Yang Mulia Mahāmoggallāna, mengucapkan sepatah kata? Dan melalui ucapan itulah obat diperoleh baginya.
BAGIAN 15
mil5.5.9:15.2 Kemudian Yang Mulia Sāriputta berpikir, ‘Melalui ucapan inilah obat ini diperoleh bagiku. Semoga penghidupanku tidak rusak.’ Karena takut akan rusaknya penghidupan, ia meninggalkan obat itu dan tidak menggunakannya.
mil5.5.9:15.3 Demikianlah permintaan melalui ucapan itu tercela, dan apa yang diminta dengan cara demikian tidak digunakan oleh para mulia.
mil5.5.9:15.4 Dan orang itu pada masa para mulia dihina, dicela, diejek, dicaci, direndahkan, dan tidak diindahkan; ia disebut sebagai 'orang yang mata pencahariannya rusak'.