Atau, Baginda, seperti seorang siswa yang tinggal bersama [gurunya], setelah mengambil dana makanan yang dibawa oleh gurunya dan mempersembahkannya kepada gurunya, menyenangkan, memuaskan, dan menenteramkan gurunya, dan guru itu, yang berkenan, menyetujui dengan ‘sādhu’;
demikian pula, Baginda, para Sakya dari Cātumā dan Brahmā Sahampati menyenangkan, memuaskan, dan menenteramkan Tathāgata dengan perumpamaan-perumpamaan yang diajarkan oleh Tathāgata, dan Tathāgata, setelah berkenan dan menyetujui dengan ‘sādhu’, mengajarkan Dhamma untuk pembebasan sempurna dari segala penderitaan.”