mil5.3.1:3.1 Ada dua puluh kualitas yang membentuk seorang petapa, Baginda Raja, dan dua tanda, yang karenanya seorang petapa layak menerima penghormatan, berdiri untuk dihormati, penghargaan, dan pemujaan.
mil5.3.1:3.2 Apakah dua puluh kualitas yang membentuk seorang petapa dan dua tanda itu?
mil5.3.1:3.3 Kegemaran pada Dhamma yang tertinggi, tekad yang utama, perilaku, cara hidup, pengendalian diri, pengekangan diri, kesabaran, kelembutan, hidup menyendiri, kegembiraan dalam kesendirian, pengasingan diri, rasa malu dan takut akan perbuatan salah, usaha, ketekunan, pengambilan sumpah latihan, pembelajaran, pengajuan pertanyaan, kegembiraan dalam moralitas dan seterusnya, ketidakmelekatan, pemenuhan penuh atas aturan latihan, mengenakan jubah kāsāva, dan keadaan kepala gundul.
mil5.3.1:3.4 Inilah, Baginda Raja, dua puluh kualitas yang membentuk seorang petapa dan dua tanda itu.
mil5.3.1:3.5 Seorang bhikkhu yang menjalankan kualitas-kualitas ini, karena tidak kurang, lengkap, sempurna, dan memiliki kualitas-kualitas ini, mencapai tahap asekkha, tahap arahat, mencapai tingkat makhluk tertinggi, dan karena telah mendekati pencapaian arahat, maka seorang umat awam yang telah mencapai tingkat sotāpanna layak memberi hormat dan berdiri untuk menghormati seorang bhikkhu puthujjana.