mil5.1.2:7.1 Di sini, pikiran keenam ini menjadi terbagi—
mil5.1.2:7.2 Mereka, Baginda, para Paccekabuddha yang muncul sendiri, tanpa guru, hidup menyendiri bagaikan cula badak, dengan pikiran yang murni dan bersih dalam wilayah mereka sendiri—pikiran mereka itu muncul dengan ringan dan berlangsung dengan ringan dalam wilayah mereka sendiri, namun muncul dengan berat dan berlangsung dengan lambat dalam wilayah para Buddha Yang Maha Mengetahui.
mil5.1.2:7.3 Apa sebabnya?
mil5.1.2:7.4 Karena kemurnian dalam wilayah mereka sendiri dan karena kebesaran wilayah para Buddha Yang Maha Mengetahui.
mil5.1.2:7.5 Seperti halnya, Baginda, seseorang yang dengan berani dapat menyeberangi sungai kecil di wilayahnya sendiri kapan pun ia mau, siang atau malam, namun setelah melihat lautan besar di seberangnya—dalam, luas, tak terduga, tak bertepi—ia menjadi takut, menjadi lamban, dan tidak berani menyeberanginya.
mil5.1.2:7.6 Apa sebabnya?
mil5.1.2:7.7 Karena telah menyeberangi wilayahnya sendiri, dan karena kebesaran lautan besar itu.
mil5.1.2:7.8 Demikian pula, Baginda, mereka, para Paccekabuddha yang muncul sendiri, tanpa guru, hidup menyendiri bagaikan cula badak, dengan pikiran yang murni dan bersih dalam wilayah mereka sendiri—pikiran mereka itu muncul dengan ringan dan berlangsung dengan ringan dalam wilayah mereka sendiri, namun muncul dengan berat dan berlangsung dengan lambat dalam wilayah para Buddha Yang Maha Mengetahui.
mil5.1.2:7.9 Apa sebabnya?
mil5.1.2:7.10 Karena kemurnian dalam wilayah mereka sendiri dan karena kebesaran wilayah para Buddha Yang Maha Mengetahui. Inilah pikiran keenam.