mil3.6.1:1.1 Raja bertanya,
mil3.6.1:1.2 “Bhante Nāgasena, apakah tubuh para petapa itu disayangi?”
mil3.6.1:1.3 “Tidak, Baginda, bagi para pertapa, tubuh bukanlah sesuatu yang disayangi,” jawabnya.
mil3.6.1:1.4 “Kalau begitu, Bhante, mengapa engkau merawat dan menyayanginya?”
mil3.6.1:1.5 “Baginda, pernahkah Baginda terluka oleh anak panah ketika sedang berperang?”
mil3.6.1:1.6 “Ya, Bhante, pernah.”
mil3.6.1:1.7 “Baginda, apakah luka itu diolesi dengan salep, diolesi dengan minyak, dan dibalut dengan kain halus?”
mil3.6.1:1.8 “Ya, Bhante, dioles dengan salep, diolesi dengan minyak, dan dibalut dengan kain halus,” jawabnya.
mil3.6.1:1.9 “Apakah lukamu itu menyenangkan, Baginda, sehingga dioles dengan salep, diolesi dengan minyak, dan dibalut dengan kain halus?”
mil3.6.1:1.10 “Luka itu tidak menyenangkan bagiku, Bhante, tetapi justru untuk pertumbuhan daginglah ia dioles dengan salep, diolesi dengan minyak, dan dibalut dengan kain halus.”
mil3.6.1:1.11 “Demikian pula, Baginda, tubuh para petapa adalah tidak menyenangkan, namun mereka merawat tubuh tanpa melekatinya demi menopang kehidupan suci.
mil3.6.1:1.12 Sesungguhnya, Baginda, tubuh telah dinyatakan oleh Bhagavā sebagai serupa luka; oleh karena itu, para petapa merawat tubuh seperti luka, tanpa melekat padanya.
mil3.6.1:1.13 Hal ini telah disabdakan oleh Bhagavā, Baginda: