“Opammaṁ karohī”ti.
“Buatlah sebuah perumpamaan.”
8. Pertanyaan tentang Adanya Akibat Kamma
“Opammaṁ karohī”ti.
“Buatlah sebuah perumpamaan.”
“Taṁ kiṁ maññasi, mahārāja, yānimāni rukkhāni anibbattaphalāni, sakkā tesaṁ phalāni dassetuṁ ‘idha vā idha vā tāni phalāni tiṭṭhantī’”ti.
“Bagaimana menurut Baginda? Pohon-pohon ini yang belum menghasilkan buah, dapatkah buah-buahnya diperlihatkan, ‘di sinilah atau di sanalah buah-buah itu berdiam’?”
“Na hi, bhante”ti.
“Tidak, Bhante.”
“Evameva kho, mahārāja, abbocchinnāya santatiyā na sakkā tāni kammāni dassetuṁ ‘idha vā idha vā tāni kammāni tiṭṭhantī’”ti.
“Demikian pula, Baginda, selama kelangsungan (hidup) belum terputus, tidak dapat kamma-kamma itu diperlihatkan, ‘di sinilah atau di sanalah kamma-kamma itu berdiam.’”