Atha kho milindo rājā sabbaṁ taṁ bhikkhusaṅghaṁ purato ca pacchato ca majjhato ca anuvilokento addasā kho āyasmantaṁ nāgasenaṁ dūratova bhikkhusaṅghassa majjhe nisinnaṁ kesarasīhaṁ viya vigatabhayabheravaṁ vigatalomahaṁsaṁ vigatabhayasārajjaṁ, disvāna ākāreneva aññāsi “eso kho ettha nāgaseno”ti.
Kemudian Raja Milinda mengamati seluruh komunitas bhikkhu itu, dari depan, belakang, dan tengah, dan ia melihat Yang Mulia Nāgasena yang duduk di tengah-tengah komunitas bhikkhu itu dari kejauhan, bagaikan singa yang memiliki surai, tanpa ketakutan dan kegentaran, tanpa bulu badan yang merinding, tanpa rasa takut dan cemas. Setelah melihatnya, ia mengetahui dari sikapnya saja, "Inilah Nāgasena itu."