Bhikkhu itu pun, setelah meletakkan sapu di ruang penyimpanan sapu, berjalan menuju tepi sungai Gangga untuk mandi. Mendengar tekad sang sāmaṇera, ia berpikir: "Bahkan ia yang kupekerjakan saja telah bertekad demikian, mengapa tekadku tidak akan berhasil?"
Setelah merenungkan hal itu, ia menetapkan: "Selama aku belum mencapai Nibbāna, di setiap tempat kelahiran kembali, semoga kecerdasan spontanku tidak pernah habis, bagaikan derasnya ombak sungai Gangga ini, dan semoga aku mampu menguraikan serta menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepadaku."