iti92:2.1 “Para bhikkhu, seandainya seorang bhikkhu memegang ujung jubahKu dan mengikuti di belakangKu langkah demi langkah,
BAGIAN 2
iti92:2.2 tetapi ia memiliki keinginan terhadap kenikmatan indra, bernafsu kuat terhadap kenikmatan indra, berpikiran jahat, berniat buruk, tidak memiliki perhatian, tidak memiliki kewaspadaan, tidak terkonsentrasi, dengan pikiran yang bingung, dan dengan indra yang tidak terkendali;
iti92:2.3 maka ia sesungguhnya jauh dariKu, dan Aku pun jauh darinya.
iti92:2.4 Mengapa demikian?
iti92:2.5 Karena, para bhikkhu, bhikkhu itu tidak melihat Dhamma.
iti92:2.6 Tidak melihat Dhamma, ia tidak melihat Aku.