“Asubhānupassī, bhikkhave, kāyasmiṁ viharatha;
“Para bhikkhu, berdiamlah dengan merenungkan kejijikan pada tubuh;
“Mendicants, meditate observing the ugliness of the body.
Bab Keempat
“Asubhānupassī, bhikkhave, kāyasmiṁ viharatha;
“Para bhikkhu, berdiamlah dengan merenungkan kejijikan pada tubuh;
“Mendicants, meditate observing the ugliness of the body.
ānāpānassati ca vo ajjhattaṁ parimukhaṁ sūpaṭṭhitā hotu;
dan perhatian pada napas masuk-keluar hendaknya tegak baik di dalam diri, di depan.
Let mindfulness of breathing be well-established internally on the present.
sabbasaṅkhāresu aniccānupassino viharatha.
Berdiamlah dengan merenungkan ketidak-kekalan pada segala bentukan.
Meditate observing the impermanence of all conditions.
Asubhānupassīnaṁ, bhikkhave, kāyasmiṁ viharataṁ yo subhāya dhātuyā rāgānusayo so pahīyati.
Para bhikkhu, bagi mereka yang berdiam merenungkan kejijikan pada tubuh, kecenderungan nafsu terhadap unsur keindahan itu ditinggalkan.
As you meditate observing the ugliness of the body, you will give up desire for the body.
Ānāpānassatiyā ajjhattaṁ parimukhaṁ sūpaṭṭhititāya ye bāhirā vitakkāsayā vighātapakkhikā, te na honti.
Ketika perhatian pada napas masuk-keluar tegak baik di dalam diri, di depan, maka pikiran-pikiran dan keinginan-keinginan eksternal yang termasuk golongan kegelisahan tidak muncul.
When mindfulness of breathing is well-established internally on the present, there will be no distressing external thoughts or wishes.
Sabbasaṅkhāresu aniccānupassīnaṁ viharataṁ yā avijjā sā pahīyati, yā vijjā sā uppajjatī”ti.
Saat engkau berdiam dengan merenungkan ketidak-kekalan segala bentukan, kebodohan ditinggalkan dan pengetahuan muncul.”
When you meditate observing the impermanence of all conditions, ignorance is given up and knowledge arises.”
Etamatthaṁ bhagavā avoca.
Sang Bhagavā menyampaikan hal ini.
The Buddha spoke this matter.
Tatthetaṁ iti vuccati:
Mengenai hal ini, dikatakan:
On this it is said: