"Tiga individu ini, para bhikkhu, yang muncul di dunia, muncul demi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang, demi belas kasih kepada dunia, demi manfaat, kesejahteraan, dan kebahagiaan para deva dan manusia.
“These three individuals, mendicants, arise in the world for the welfare and happiness of the people, out of sympathy for the world, for the benefit, welfare, and happiness of gods and humans.
Di sini, para bhikkhu, seorang Tathāgata muncul di dunia, yang sempurna, tercerahkan sepenuhnya, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, sempurna, pengenal dunia, pemimpin tak tertandingi bagi mereka yang layak dilatih, guru para deva dan manusia, yang tercerahkan, yang agung.
It’s when a Realized One arises in the world, perfected, a fully awakened Buddha, accomplished in knowledge and conduct, holy, knower of the world, supreme guide for those fit for training, teacher of gods and humans, awakened, blessed.
So dhammaṁ deseti ādikalyāṇaṁ majjhekalyāṇaṁ pariyosānakalyāṇaṁ sātthaṁ sabyañjanaṁ, kevalaparipuṇṇaṁ parisuddhaṁ brahmacariyaṁ pakāseti.
Ia mengajarkan Dhamma yang baik pada awalnya, baik di tengahnya, dan baik pada akhirnya, dengan makna dan ungkapan yang tepat. Dan ia menyatakan kehidupan suci yang sepenuhnya lengkap dan murni.
He teaches Dhamma that’s good in the beginning, good in the middle, and good in the end, meaningful and well-phrased. And he reveals a spiritual practice that’s entirely full and pure.
Ini, para bhikkhu, adalah individu pertama yang muncul di dunia demi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang, demi belas kasih kepada dunia, demi manfaat, kesejahteraan, dan kebahagiaan para deva dan manusia."
This is the first individual who arises in the world for the welfare and happiness of the people, out of sympathy for the world, for the benefit, welfare, and happiness of gods and humans.