“Dveme, bhikkhave, dhammā tapanīyā.
“Para bhikkhu, ada dua hal yang menyebabkan penyesalan yang menyiksa.
“These two things, mendicants, are mortifying.
Bab Pertama
“Dveme, bhikkhave, dhammā tapanīyā.
“Para bhikkhu, ada dua hal yang menyebabkan penyesalan yang menyiksa.
“These two things, mendicants, are mortifying.
Katame dve?
Apakah dua hal itu?
What two?
Idha, bhikkhave, ekacco akatakalyāṇo hoti, akatakusalo, akatabhīruttāṇo, katapāpo, kataluddo, katakibbiso.
Di sini, para bhikkhu, seseorang tidak melakukan hal-hal yang baik, tidak melakukan hal-hal yang bermanfaat, tidak melakukan hal-hal yang memberikan perlindungan, tetapi ia melakukan hal-hal yang buruk, melakukan kekejaman, dan melakukan kesalahan.
It’s when someone hasn’t done good and skillful things that keep them safe, but has done bad things, violence and sin.
So ‘akataṁ me kalyāṇan’tipi tappati, ‘kataṁ me pāpan’tipi tappati.
Ia menyesal, ‘Aku tidak melakukan hal yang baik,’ dan ia menyesal, ‘Aku telah melakukan hal yang buruk.’
Thinking, ‘I haven’t done good things’, they’re mortified. Thinking, ‘I have done bad things’, they’re mortified.
Ime kho, bhikkhave, dve dhammā tapanīyā”ti.
Inilah, para bhikkhu, dua hal yang menyebabkan penyesalan yang menyiksa.”
These are the two things that are mortifying.”
Etamatthaṁ bhagavā avoca.
Sang Bhagavā telah menyampaikan hal ini.
The Buddha spoke this matter.
Tatthetaṁ iti vuccati:
Mengenai hal ini, dikatakan:
On this it is said: