Seyyathāpi, bhikkhave, vassānaṁ pacchime māse saradasamaye viddhe vigatavalāhake deve ādicco nabhaṁ abbhussakkamāno sabbaṁ ākāsagataṁ tamagataṁ abhivihacca bhāsate ca tapate ca virocati ca;
Bagaikan, para bhikkhu, pada bulan terakhir musim hujan, di musim gugur, ketika langit cerah dan tanpa awan. Dan ketika matahari terbit ke angkasa, setelah menghalau segala kegelapan di ruang angkasa, ia bersinar, berpendar, dan bercahaya.
It’s like the last month of the rainy season, in autumn, when the heavens are sunny and cloudless. And as the sun is rising to the firmament, having dispelled all the darkness of space, it shines and glows and dazzles.
evamevaṁ kho, bhikkhave, yāni kānici opadhikāni puññakiriyavatthūni sabbāni tāni mettāya cetovimuttiyā kalaṁ nāgghanti soḷasiṁ, mettāyeva tāni cetovimutti adhiggahetvā bhāsate ca tapate ca virocati ca.
Demikian pula, para bhikkhu, dari semua landasan untuk membuat jasa duniawi, tidak ada satu pun yang bernilai seperenam belas dari kebebasan batin melalui cinta kasih. Melampaui semuanya itu, kebebasan batin melalui cinta kasih bersinar, berpendar, dan bercahaya.
In the same way, of all the grounds for making worldly merit, none are worth a sixteenth part of the heart’s release by love. Surpassing them, the heart’s release by love shines and glows and dazzles.