Yaṁ, bhikkhave, sadevakassa lokassa samārakassa sabrahmakassa sassamaṇabrāhmaṇiyā pajāya sadevamanussāya diṭṭhaṁ sutaṁ mutaṁ viññātaṁ pattaṁ pariyesitaṁ anuvicaritaṁ manasā yasmā taṁ tathāgatena abhisambuddhaṁ,
Para bhikkhu, apa pun di dunia ini—dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, dalam generasi ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia—yang dilihat, didengar, dirasakan, diketahui, dicapai, dicari, dan direnungkan oleh pikiran, semuanya telah dipahami sepenuhnya oleh Sang Tathāgata.
In this world—with its gods, Māras, and divinities, this population with its ascetics and brahmins, its gods and humans—whatever is seen, heard, thought, known, attained, sought, and explored by the mind, all that has been understood by the Realized One.