<b>Te yājayogā bhavarāgarattā nātariṁsu jātijaranti brūmī</b>ti
<b>Mereka yang terikat pada pengorbanan, kecanduan pada nafsu akan kelahiran kembali, tidak menyeberangi kelahiran dan usia tua, demikianlah Kukatakan</b>—
Pucchāniddesa
<b>Te yājayogā bhavarāgarattā nātariṁsu jātijaranti brūmī</b>ti
<b>Mereka yang terikat pada pengorbanan, kecanduan pada nafsu akan kelahiran kembali, tidak menyeberangi kelahiran dan usia tua, demikianlah Kukatakan</b>—
<b>te</b>ti yaññayājakā vuccanti,
<b>mereka</b> disebut para pelaku pengorbanan.
<b>yājayogā</b>ti yājayogesu yuttā payuttā āyuttā samāyuttā taccaritā tabbahulā taggarukā tanninnā tappoṇā tappabbhārā tadadhimuttā tadadhipateyyāti—
<b>Terikat pada pengorbanan</b>—terlibat, tekun, melekat, terikat erat pada usaha pengorbanan; berperilaku demikian, terbiasa demikian, menganggapnya penting, condong ke sana, miring ke sana, cenderung ke sana, bertekad ke sana, menganggapnya utama—
te yājayogā,
demikianlah mereka terikat pada pengorbanan.
<b>bhavarāgarattā</b>ti bhavarāgo vuccati yo bhavesu bhavacchando bhavarāgo bhavanandī bhavataṇhā bhavasineho bhavapariḷāho bhavamucchā bhavajjhosānaṁ.
<b>Kecanduan pada nafsu akan kelahiran kembali</b>—nafsu akan kelahiran kembali adalah keinginan pada kelahiran-kelahiran, nafsu pada kelahiran-kelahiran, kegembiraan pada kelahiran-kelahiran, ketagihan pada kelahiran-kelahiran, keterikatan pada kelahiran-kelahiran, gejolak pada kelahiran-kelahiran, kemabukan pada kelahiran-kelahiran, dan pendalaman pada kelahiran-kelahiran.
Bhavarāgena bhavesu rattā giddhā gadhitā mucchitā ajjhosannā laggā laggitā palibuddhāti—
Oleh nafsu akan kelahiran kembali, mereka kecanduan, tergila-gila, terikat, termabukkan, tenggelam, melekat, terpaku, dan terbelenggu pada kelahiran-kelahiran—
te yājayogā bhavarāgarattā.
demikianlah mereka terikat pada pengorbanan dan kecanduan pada nafsu akan kelahiran kembali.