Kathañca, sāriputta, vimuttacitto hoti?
Dan bagaimanakah, Sāriputta, seseorang disebut memiliki pikiran yang terbebaskan?
Penjelasan Pertanyaan-pertanyaan
Kathañca, sāriputta, vimuttacitto hoti?
Dan bagaimanakah, Sāriputta, seseorang disebut memiliki pikiran yang terbebaskan?
Idha, sāriputta, bhikkhu ajjhattaṁ kāye kāyānupassī viharati ātāpī sampajāno satimā vineyya loke abhijjhādomanassaṁ.
Di sini, Sāriputta, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan tubuh pada tubuh, tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan kesedihan terhadap dunia.
Tassa kāye kāyānupassino viharato cittaṁ virajjati vimuccati anupādāya āsavehi.
Ketika ia berdiam dengan merenungkan tubuh pada tubuh, pikirannya menjadi tidak melekat dan terbebaskan, tanpa kemelekatan, dari kekotoran batin.
Vedanāsu …pe…
Demikian pula pada perasaan-perasaan …
citte …
pada pikiran …
dhammesu dhammānupassī viharati ātāpī sampajāno satimā vineyya loke abhijjhādomanassaṁ.
ia berdiam dengan merenungkan fenomena-fenomena pada fenomena, tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan kesedihan terhadap dunia.
Tassa dhammesu dhammānupassino viharato cittaṁ virajjati vimuccati anupādāya āsavehi.
Ketika ia berdiam dengan merenungkan fenomena-fenomena pada fenomena, pikirannya menjadi tidak melekat dan terbebaskan, tanpa kemelekatan, dari kekotoran batin.
Evaṁ kho, sāriputta, bhikkhu vimuttacitto hoti.
Demikianlah, Sāriputta, seorang bhikkhu disebut memiliki pikiran yang terbebaskan.
Vimuttacittattā khvāhaṁ, sāriputta, mahāpurisoti vadāmi, avimuttacittattā no mahāpurisoti vadāmī”ti—
Karena pikiran yang terbebaskan itulah, Sāriputta, Aku menyebutnya seorang manusia agung; karena pikiran yang tidak terbebaskan, Aku tidak menyebutnya manusia agung.”
taṁ brūmi mahāpurisoti.
Itulah yang Kukatakan sebagai manusia agung.