cnd6:15.1 Atau lagi, setelah mengetahui dengan merenungkan sebagai tidak kekal … sebagai penderitaan … sebagai penyakit … sebagai bisul … sebagai anak panah … sebagai kebebasan, setelah mengetahui, menimbang, memeriksa, dan menjadikannya jelas.
cnd6:15.2 **Padam** berarti padam karena padamnya nafsu, padam karena padamnya kebencian, padam karena padamnya delusi, padam karena padamnya kemarahan, … permusuhan, … kemunafikan, … kesombongan, … iri hati, … kekikiran, … tipu daya, … kecurangan, … kekerasan hati, … kegeraman, … kesombongan, … keangkuhan, … kemabukan, … kelengahan, … padam karena padamnya semua kekotoran batin, … semua perbuatan buruk, … semua kegelisahan, … semua gejolak batin, … semua penderitaan batin, … semua bentukan pikiran yang tidak bermanfaat.
cnd6:15.3 **Bhikkhu** adalah ia yang telah menghancurkan tujuh hal, … yang telah menjalani kehidupan suci, yang telah melenyapkan kelahiran kembali, ia disebut bhikkhu—
cnd6:15.4 setelah merenungkan, bhikkhu yang padam.