Atha vā <b>sabbadhammā</b> vuccanti dvādasāyatanāni—
Atau lagi, yang disebut **segala fenomena** adalah dua belas landasan indra—
Niddesa tentang Pertanyaan-pertanyaan
Atha vā <b>sabbadhammā</b> vuccanti dvādasāyatanāni—
Atau lagi, yang disebut **segala fenomena** adalah dua belas landasan indra—
cakkhu ceva rūpā ca, sotañca saddā ca, ghānañca gandhā ca, jivhā ca rasā ca, kāyo ca phoṭṭhabbā ca, mano ca dhammā ca.
mata serta bentuk-bentuk, telinga serta suara-suara, hidung serta bau-bauan, lidah serta rasa-rasa, tubuh serta sentuhan-sentuhan, pikiran serta fenomena-fenomena mental.
Yato ca ajjhattikabāhiresu āyatanesu chandarāgo pahīno hoti ucchinnamūlo tālāvatthukato anabhāvaṅkato āyatiṁ anuppādadhammo, ettāvatāpi kusalo sabbadhammānanti—
Ketika keinginan dan nafsu terhadap landasan-landasan indra internal dan eksternal telah ditinggalkan, terpotong sampai ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dijadikan tidak ada lagi, tidak akan muncul lagi di masa depan—bahkan sampai sejauh ini pun ia terampil dalam segala fenomena—
kusalo sabbadhammānaṁ.
ia terampil dalam segala fenomena.