cnd5:55.1 Inilah yang disebut nafsu kekotoran (kilesakāma).
cnd5:55.2 **Keserakahan** (gedha) disebut ketagihan (taṇhā), yaitu kegairahan, kegairahan mendalam … hingga … keinginan, keserakahan, akar kejahatan yang tidak bermanfaat.
cnd5:55.3 **Janganlah melekat pada nafsu indrawi** (kāmesu nābhigijjheyyā) artinya: dengan nafsu kekotoran, seseorang tidak boleh melekat pada objek-objek indrawi, tidak boleh terikat erat, tidak boleh terbelenggu; ia harus tidak serakah, tidak melekat, tidak terpikat, tidak tenggelam di dalamnya; dengan keserakahan yang telah ditinggalkan, dilenyapkan, dibuang, dimuntahkan, dibebaskan, dihapuskan, dilepaskan; dengan kegairahan yang telah ditinggalkan, dilenyapkan, dibuang, dimuntahkan, dibebaskan, dihapuskan, dilepaskan; tanpa kehausan, padam, sejuk, merasakan kebahagiaan, ia harus berdiam dengan diri yang telah menjadi suci—
cnd5:55.4 demikianlah, jangan melekat pada nafsu indrawi.