Kathaṁ so paccekasambuddho adutiyaṭṭhena eko?
Bagaimanakah ia, sebagai paccekabuddha, sendirian dalam arti tanpa pendamping?
Niddesa tentang Sutta Khaggavisana
Kathaṁ so paccekasambuddho adutiyaṭṭhena eko?
Bagaimanakah ia, sebagai paccekabuddha, sendirian dalam arti tanpa pendamping?
So evaṁ pabbajito samāno eko araññavanapatthāni pantāni senāsanāni paṭisevati appasaddāni appanigghosāni vijanavātāni manussarāhasseyyakāni paṭisallānasāruppāni.
Setelah meninggalkan keduniawian, ia mendiami tempat-tempat tinggal yang terpencil di hutan dan belantara, yang sepi, tanpa kebisingan, yang dijauhi orang, cocok untuk bersemedi, dan terhindar dari keramaian manusia serta ternak.
So eko gacchati, eko tiṭṭhati, eko nisīdati, eko seyyaṁ kappeti, eko gāmaṁ piṇḍāya pavisati, eko abhikkamati, eko paṭikkamati, eko raho nisīdati, eko caṅkamaṁ adhiṭṭhāti, eko carati viharati iriyati vatteti pāleti yapeti yāpetīti—
Ia berjalan sendirian, berdiri sendirian, duduk sendirian, berbaring sendirian, memasuki desa untuk berpindapatta sendirian, pergi sendirian, kembali sendirian, duduk di tempat sunyi sendirian, berjalan mondar-mandir sendirian, dan hidup, berdiam, bergerak, bertindak, memelihara, melanjutkan, serta menjalani kehidupannya sendirian—
evaṁ so paccekasambuddho adutiyaṭṭhena eko.
Demikianlah ia, sebagai paccekabuddha, sendirian dalam arti tanpa pendamping.