<b>Puttesu dāresu ca yā apekkhā</b>ti.
<b>Terhadap anak-anak dan istri, betapa pun adanya kelekatan</b>—
Niddesa tentang Sutta Khaggavisana
<b>Puttesu dāresu ca yā apekkhā</b>ti.
<b>Terhadap anak-anak dan istri, betapa pun adanya kelekatan</b>—
<b>Puttā</b>ti cattāro puttā—
<b>Anak-anak</b>—ada empat jenis anak:
atrajo putto,
anak yang lahir dari diri sendiri,
khettajo putto, dinnako putto, antevāsiko putto.
anak yang lahir dari ladang (anak tiri), anak yang diberikan, anak yang tinggal sebagai murid.
<b>Dārā</b> vuccanti bhariyāyo.
<b>Istri</b>—disebut sebagai pasangan hidup.
<b>Apekkhā</b> vuccanti taṇhā.
<b>Kelekatan</b>—disebut sebagai nafsu keinginan.
Yo rāgo sārāgo …pe… abhijjhā lobho akusalamūlanti—
Nafsu, kegairahan, … hingga … ketamakan, keserakahan, akar kejahatan—
puttesu dāresu ca yā apekkhā.
terhadap anak-anak dan istri, betapa pun adanya kelekatan.