Puna caparaṁ, bhikkhave, kāmahetu kāmanidānaṁ kāmādhikaraṇaṁ kāmānameva hetu sandhimpi chindanti nillopampi haranti ekāgārikampi karonti paripanthepi tiṭṭhanti paradārampi gacchanti.
Selanjutnya, para bhikkhu, karena kenikmatan indria, dengan kenikmatan indria sebagai sumbernya, dengan kenikmatan indria sebagai alasannya, semata-mata karena kenikmatan indria, orang-orang merusak rumah, merampas harta, melakukan perampokan satu rumah, menghadang di jalan, dan berzina.