cnd23:275.1 Teman, seorang bhikkhu yang berdiam demikian menguasai bentuk-bentuk, bukan bentuk-bentuk yang menguasai bhikkhu itu;
cnd23:275.2 Bhikkhu itu menguasai suara-suara, bukan suara-suara yang menguasai bhikkhu itu;
cnd23:275.3 Bhikkhu itu menguasai bau-bauan, bukan bau-bauan yang menguasai bhikkhu itu;
cnd23:275.4 Bhikkhu itu menguasai rasa-rasa, bukan rasa-rasa yang menguasai bhikkhu itu;
cnd23:275.5 Bhikkhu itu menguasai sentuhan; sentuhan tidak menguasai bhikkhu itu.
cnd23:275.6 Bhikkhu itu menguasai fenomena batin; fenomena batin tidak menguasai bhikkhu itu.
cnd23:275.7 Inilah yang disebut, teman, seorang bhikkhu yang menguasai bentuk, menguasai suara, menguasai bau, menguasai rasa, menguasai sentuhan, menguasai fenomena batin; ia adalah penguasa, yang tidak dikuasai.
cnd23:275.8 Ia menguasai pikiran-pikiran jahat yang tidak bermanfaat, yang mengotori, yang menyebabkan kelahiran kembali, yang menyakitkan, yang berakibat penderitaan, yang mengarah pada kelahiran, penuaan, dan kematian di masa depan.
cnd23:275.9 Demikianlah, teman, seseorang disebut tidak tenggelam dalam kenikmatan indria.”
cnd23:275.10 Tidak tenggelam dalam kenikmatan indria.