cnd23:208.1 <b>Pengetahuan telah muncul padaku, aku tidak lagi memerlukan petunjuk orang lain</b>—demikianlah pengetahuan paccekabuddha itu telah muncul, telah sempurna muncul, telah lahir, telah sempurna lahir, telah menampakkan diri.
cnd23:208.2 "Segala bentukan tidak kekal"—pengetahuan itu telah muncul, telah sempurna muncul, telah lahir, telah sempurna lahir, telah menampakkan diri,
cnd23:208.3 "Segala bentukan adalah penderitaan" … dan seterusnya …
cnd23:208.4 "Segala fenomena bukan diri" … dan seterusnya …
cnd23:208.5 "Apa pun yang muncul karena sebab, semuanya itu akan berakhir karena sebab"—pengetahuan itu telah muncul, telah sempurna muncul, telah lahir, telah sempurna lahir, telah menampakkan diri—
cnd23:208.6 demikianlah pengetahuan telah muncul padaku.
cnd23:208.7 <b>Tidak lagi memerlukan petunjuk orang lain</b>—paccekabuddha itu tidak dipimpin oleh orang lain, tidak bersandar pada orang lain, tidak bergantung pada orang lain, tidak mengikuti ketergantungan pada orang lain; ia mengetahui dan melihat sebagaimana adanya, tidak bingung, dengan kesadaran penuh, dan penuh perhatian.
cnd23:208.8 "Segala bentukan tidak kekal"—ia tidak dipimpin oleh orang lain, tidak bersandar pada orang lain, tidak bergantung pada orang lain, tidak mengikuti ketergantungan pada orang lain; ia mengetahui dan melihat sebagaimana adanya, tidak bingung, dengan kesadaran penuh, dan penuh perhatian.
cnd23:208.9 "Segala bentukan adalah penderitaan" … dan seterusnya …
cnd23:208.10 "Segala fenomena bukan diri" … dan seterusnya …
cnd23:208.11 “Apa puna yang memiliki sifat muncul, semuanya itu memiliki sifat lenyap”—ia tidak dipimpin oleh orang lain, tidak bergantung pada keyakinan orang lain, tidak bergantung pada otoritas orang lain, tidak mengikuti tradisi orang lain; ia mengetahui dan melihat sesuai kenyataan, tidak bingung, dengan pemahaman penuh, dan penuh perhatian—
cnd23:208.12 Pengetahuan telah muncul dalam diriku, tidak ada yang perlu kuikuti dari orang lain; hendaknya ia berjalan sendirian seperti cula badak.
cnd23:208.13 Maka ia, seorang Paccekabuddha, berkata—