cnd23:195.1 Bagaimanakah paccekabuddha itu disebut nāga karena tidak pergi?
cnd23:195.2 Paccekabuddha itu tidak pergi menuju keberpihakan karena nafsu,
cnd23:195.3 tidak pergi menuju keberpihakan karena kebencian,
cnd23:195.4 tidak pergi menuju keberpihakan karena delusi,
cnd23:195.5 tidak pergi menuju keberpihakan karena ketakutan,
cnd23:195.6 tidak pergi dikuasai nafsu,
cnd23:195.7 tidak pergi dikuasai kebencian,
cnd23:195.8 Ia tidak pergi karena dorongan kebodohan,
cnd23:195.9 ia tidak pergi karena dorongan kesombongan,
cnd23:195.10 ia tidak pergi karena dorongan pandangan (keliru),
cnd23:195.11 ia tidak pergi karena dorongan kegelisahan,
cnd23:195.12 ia tidak pergi karena dorongan keragu-raguan,
cnd23:195.13 ia tidak pergi karena dorongan kecenderungan terpendam (anusaya),
cnd23:195.14 ia tidak dihanyutkan, dituntun, diseret, atau digiring oleh kualitas-kualitas (batin) yang buruk.
cnd23:195.15 Demikianlah, seorang Paccekabuddha tidak pergi (terombang-ambing), maka ia disebut 'nāga' (gajah agung).