Kemudian, para bhikkhu, dengan sepenuhnya melampaui landasan bukan persepsi maupun bukan tanpa persepsi, ia masuk dan berdiam dalam lenyapnya persepsi dan perasaan;
Ini disebut, para bhikkhu, ‘seorang bhikkhu yang membutakan Māra, yang setelah menghancurkan jejak, telah membuat mata Māra tidak terlihat, telah menyeberangi kemelekatan dunia ini dari si jahat.’